Karya-Karya Puisi Muhammad Arizal Givtri - Rubrik

Karya-Karya Puisi Muhammad Arizal Givtri


DI BALIK DAUN YANG JATUH

Di balik daun yang jatuh
Kutitipkan setia pada setiap lembarnya
Kugores indah namamu di atasnya
Guna simpan memori kita kala itu

Daun jatuh bukan karena lemah
Terhempas angin dengan gemulai lelah
Sampaikan yang terpendam
Bahkan membenci pun tidak

Di balik daun jatuh
Terkuak ikhlas dalam alurnya
Terbentang kasih dalam langkahnya
Tersirat rindu yang sempat bisu
Dalam diamnya
Daun jatuh tak pernah marahi angin.

RASA “LARA” SUKA

Tengoklah ke atas
Bintang merajut kasih
Berbalur dengan angin sepoi
Bak puisi malam bersenandung
Aku disini mengiba
Melihatmu duka diserbu luka
Tetaplah bermanja
Karena aku siap jadi nestapa
Demi lihat sinar cahaya di mata jelita.

KAU CEMBERUT VS AKU TERSENYUM

Celoteh pagi kian terdengar
Embusan angin menyapa lembut
Kau disana masih cemberut
Lalui hari pun dengan enggan

Ada apa gerangan?

Aku tersenyum disini
Menyatu dengan renyahnya canda

Hambar
Melihat kau begitu
Aku begini

Kau cemberut aku tersenyum
Antara sinar mentari dan kabut gelap
Tercipta atas segala prasangka
Kau cemberut aku tersenyum
Ada dalam kisah kasih nyata.

AMNESIA

Ah masih saja kau lupa
Aku ‘kan dulu di ana, meranting jemu
Menungguimu yang hanya angan

Masih juga kau lupa lagi
Aku dulu disana, menatapmu yang sebatas bayangan
Lupa, lupa dan lupa
Itu musikmu saat ini
Bahkan saat menjadi kita
Aku dan kamu hanya sebatas orang yang tersekat
Tanpa terikat maupun terpikat
Kau hanya lupa
Bahwa aku pun lupa
Kita seakan melupa
Akan segala kenang yang sempat ada
Karena melupa pun masih hangat dalam benakmu
Mengakar kuat hingga kita melupa sendiri.

JARAKKU DAN JARAKMU

Engkau begitu jauh
Namun dekat juga
Engkau biasa bergurau
Namun acuh juga

Aku pun jauh
Namun begitu dekat
Aku acuh padamu
Namun bergurau pula

Dimana jarak bersandar?
Kala harus terbenam oleh acuh
Dimana kasih bersanding?
Kala angkuh bersemayam mesra

Engkau jauh, engkau pun dekat

Aku jauh, aku pun dekat
Antara jiwa damai menyemai
Dan jiwa angkuh yang penuh tipu daya

BUNGA DAN SEPEDA MERAH

Merah merona
Tampak indah
Dengan sepeda, menjelajah perjalanan
Ceriamu tersirat penuh pesona
Elok, manis dan menawan
Ah, kau periang
Mengaburkan luka
Melukis bahagia
Aku tertegun
Memandang dari kejauhan
Duhai gadis manis di ujung jalan.

BULAN MEREKAH DI KALI CODE

Temaram bulan sirami teduhnya jiwa
Kebaskan sepi senyap menghinggap
Tersenyum ramah pada mereka

Temaram bulan merekah
Di Kali Code tak beriak ombak
Menyelam teduhnya jiwa tak berpenghuni

Temaram bulan bersemi di Kali Code
Siratkan pesan pada mereka
Tertawa bukanlah sandiwara drama
Berarti, dalam alur tak bertepi

Temaram bulan di Kali Code
Obat tenang berdosis rendah
Bersandingkan melodi santai
Terbuanglah sisa-sisa
Berbekas senyum merekah pada mereka.

Muhammad Arizal Givtri. Lahir di Gresik. Sekarang tinggal di pondok Hasyim
Asy’ari yang biasa disebut lesehan kutub sastra bagi penulis yang ingin menukangi sastra
lebih dalam. Kontak: Nomor telepon 085850566838 dan email ariezalgivtri09@gmail.com.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *